Catat Pengeluaran
Mencatat sewa, listrik, dan gaji supaya "Laba Bersih" di laporan jadi angka yang sebenarnya — termasuk cara mencatat uang yang diambil pemilik.
Kenapa fitur ini ada#
Sebelum ada menu ini, "Laba Bersih" di menu Report dihitung dari:
penjualan − modal produk − pembelian bahan − bahan terbuang
Perhatikan apa yang tidak ada di situ: sewa, listrik, gaji, internet, sampah. Jadi angka yang tertulis "Laba Bersih" sebenarnya laba kotor.
Bedanya besar. Warung dengan omzet Rp 25 juta sebulan bisa terlihat untung Rp 9 juta, padahal setelah sewa Rp 3 juta dan gaji Rp 4 juta, sisanya tinggal Rp 2 juta.
Setelah kamu mulai mencatat pengeluaran, angka Laba Bersih di laporan akan mengecil. Itu bukan aplikasinya rusak — itu angka yang selama ini belum pernah kamu lihat.
Cara mencatat#
- Buka Pengeluaran dari Beranda.
- Pilih tanggal (otomatis terisi hari ini).
- Pilih kategori.
- Isi nominal.
- Isi keterangan kalau perlu — mis.
listrik Oktober. - Tekan 💾 Simpan Pengeluaran.
Di bawah formulir, kamu langsung melihat rekap bulan berjalan beserta rinciannya per kategori dan persentasenya.
Kategori yang tersedia#
| Kategori | Contoh isian |
|---|---|
| 🏠 Sewa Tempat | sewa ruko bulanan |
| ⚡ Listrik / Air / Gas | token listrik, tagihan PDAM, gas LPG |
| 👥 Gaji & Bonus Karyawan | gaji bulanan, THR, bonus harian |
| 📶 Internet / Pulsa | WiFi warung, pulsa HP kasir |
| 🧹 Kebersihan, Sampah & Keamanan | iuran sampah, keamanan, cleaning |
| 🛵 Transport / Ongkos Kulakan | bensin, ongkir, parkir saat belanja |
| 🔧 Servis & Perawatan Alat | servis mesin espresso, ganti grinder burr |
| 📦 Perlengkapan | tisu, sabun cuci, galon, lap |
| 📣 Promosi & Iklan | cetak spanduk, endorse, diskon grand opening |
| 🧾 Pajak & Retribusi | pajak restoran, retribusi pasar |
| 📝 Lain-lain | apa pun yang tidak masuk kategori di atas |
Kategori Lain-lain wajib diisi keterangannya — kalau tidak, bulan depan kamu melihat "Lain-lain Rp 400.000" dan tidak ingat itu untuk apa.
Dua jenis yang BUKAN biaya#
Ini bagian yang paling sering salah dicatat dan paling merusak angka laba.
💸 Ambil Uang Pemilik (Prive)#
Uang warung yang kamu ambil untuk keperluan pribadi — belanja rumah, bayar sekolah anak, jajan.
Mengurangi kas, tapi TIDAK mengurangi laba.
Kalau prive dicatat sebagai biaya, warungmu akan terlihat rugi padahal uangnya masuk ke kantongmu sendiri. Itu dua hal yang sangat berbeda: warung rugi berarti usahanya bermasalah; prive berarti usahanya menghasilkan dan kamu memanennya.
💰 Modal Masuk dari Pemilik#
Uang pribadi yang kamu setor ke warung — menambah modal, menutup kas yang tipis.
Menambah kas, tapi TIDAK dihitung sebagai omzet.
Kalau setoran modal ikut dihitung sebagai penjualan, seluruh laporanmu jadi bohong dan kamu mengira warungnya laris padahal sedang disuntik terus.
Prive dan modal masuk tetap muncul di rekap Pengeluaran dan di catatan bawah Laba Rugi, cuma tidak ikut dihitung ke laba. Jadi kamu tetap bisa melihat berapa yang sudah kamu ambil bulan ini.
"Listrik kan sudah masuk HPP?"#
Pertanyaan ini sering muncul, dan masuk akal: di menu HPP ada bagian 🏢 Overhead Bulanan yang isinya Sewa, Listrik, Air, Internet — sama persis dengan kategori di sini.
Dua-duanya memang menyebut listrik, tapi tujuannya berbeda:
| HPP → Overhead Bulanan | Pengeluaran | |
|---|---|---|
| Untuk apa | Menentukan harga jual | Tahu untung sebenarnya |
| Angkanya | Perkiraan, dibagi per cup | Tagihan asli yang keluar |
| Jawab pertanyaan | "Harga jualku sudah cukup?" | "Bulan ini untung berapa?" |
Contohnya begini. Kopi susu dijual Rp 10.000, bahan + kemasan Rp 6.000:
- Kalau cuma lihat bahan → berasa untung Rp 4.000/cup
- Sewa + listrik + internet Rp 2.800.000/bulan, perkiraan jual 2.100 cup/bulan → Rp 1.333/cup
- Jadi untung sebenarnya Rp 2.667/cup
Itu gunanya Overhead Bulanan di HPP: bikin ketahuan harga jual harus menutup lebih dari sekadar bahan. Diisi waktu mau menetapkan harga, menambah menu, atau pas sewa/listrik naik — bukan tiap bulan, karena angkanya tidak berubah tiap bulan.
Yang dipotong dari Laba Bersih cuma tagihan asli dari menu Pengeluaran ini. Alokasi di HPP tidak ikut dipotong lagi, jadi tidak dihitung dobel.
Di Laporan Laba Rugi, baris Modal Produk isinya bahan + kemasan saja. Sewa, listrik, dan gaji muncul terpisah di bagian Biaya Operasional.
Dua angka itu juga dicocokkan langsung di menu HPP, di bawah Rincian HPP per Cup: di situ tertulis mana yang jadi patokan harga jual dan mana yang dipotong di Laporan.
Pengaruhnya ke Laba Rugi#
Setelah kamu mencatat pengeluaran, menu Report → Laba Rugi berubah:
- Muncul baris baru per kategori di bagian Biaya & Kerugian
- Total Biaya ikut menghitung biaya operasional
- Laba Bersih jadi benar-benar bersih
- Prive muncul sebagai catatan di bawah Laba Bersih, bukan sebagai pengurang
Angka yang sama juga dipakai di versi print, rekap WhatsApp, dan CSV — supaya tidak ada laporan yang bilang angka berbeda.
Hak akses karyawan#
Karyawan boleh mencatat pengeluaran (beli galon, bayar parkir saat kulakan) tapi tidak bisa melihat rekap keuangan toko. Di HP mereka, halaman ini hanya menampilkan catatan yang mereka buat sendiri hari itu.
Ini sengaja: supaya pengeluaran kecil tidak hilang hanya karena pemilik sedang tidak di tempat, tanpa membuka angka keuangan warung ke semua orang.
Kebiasaan yang disarankan#
- Biaya tetap (sewa, gaji, internet) — catat sekali di awal atau akhir bulan
- Biaya kecil harian (parkir, galon, tisu) — catat saat itu juga, jangan diingat-ingat
- Prive — catat tiap kali ambil, walaupun cuma Rp 50.000
Buka Pengeluaran di akhir bulan dan lihat rincian persentasenya. Kalau sewa sudah lebih dari 20% omzet, atau gaji lebih dari 30%, itu lampu kuning yang pantas dipikirkan sebelum menambah menu baru.