Resepku & HPP
Membuat resep sendiri supaya modal terhitung otomatis, dan menentukan harga jual yang masuk akal.
Dua menu ini menjawab pertanyaan yang paling sering bikin warung rugi diam-diam: "segelas ini sebenarnya modalnya berapa?"
Resepku#
Resepku adalah tempat kamu menyusun resep minuman/makananmu sendiri, lengkap dengan takaran.
- Buka Resepku, buat resep baru.
- Beri nama, mis.
Kopi Susu Gula Aren. - Tambahkan bahan satu per satu beserta takarannya:
- Espresso 18 gr
- Susu UHT 150 ml
- Gula aren 20 ml
- Gelas 16 oz 1 pcs
- Simpan.
Aplikasi langsung menghitung modal per gelas dari harga bahan di Master Bahan.
Kenapa ini penting#
- Modalnya ikut berubah sendiri saat harga susu naik — kamu tidak perlu menghitung ulang satu per satu
- Stok bahan terpotong otomatis tiap kali produk itu terjual
- Angka laba di Laporan jadi benar, bukan tebakan
Gelas, tutup, sedotan, dan stiker itu modal juga. Di warung kecil, kemasan bisa 10–15% dari modal segelas minuman. Kalau tidak dimasukkan, kamu mengira margin-mu lebih gemuk dari kenyataan.
Resep bawaan#
HeyKopi sudah berisi 80+ resep siap pakai di menu Resep Kopi, Non Kopi, dan Bakery & Makanan. Itu referensi takaran — kamu bisa menirunya ke Resepku lalu menyesuaikan dengan bahan dan selera tokomu.
HPP — Hitung Harga Pokok#
Menu HPP menjawab: harga jualnya enaknya berapa?
Isi modal per porsi, lalu HeyKopi menghitung harga jual pada beberapa tingkat margin, supaya kamu bisa memilih yang masuk akal untuk pasarmu.
Overhead Bulanan itu untuk harga, bukan untuk laporan laba#
HPP di HeyKopi memang all-in sejak awal — sewa, listrik, dan gaji ikut dihitung, dan itu tidak berubah. Justru itu yang membedakannya dari menghitung bahan saja.
Di bawah bahan & kemasan ada 👷 Tenaga Kerja Langsung dan 🏢 Overhead Bulanan (sewa, listrik, internet, depresiasi mesin). Keduanya dibagi ke tiap cup pakai perkiraan produksi: Cup per hari × Hari kerja.
Gunanya cuma satu: supaya ketahuan harga jualmu sudah menutup biaya atau belum. Bahan Rp 6.000 dijual Rp 10.000 kelihatan untung Rp 4.000, padahal setelah sewa & listrik ikut dihitung untungnya cuma Rp 2.667.
Yang dipotong dari Laba Bersih di Laporan bukan angka ini, melainkan tagihan asli yang kamu catat di menu Pengeluaran. Jadi aman mengisi dua-duanya — tidak dihitung dobel.
Waktu menetapkan harga, menambah menu baru, atau pas sewa/listrik naik. Tidak perlu tiap bulan — angkanya tidak berubah tiap bulan.
Margin yang wajar untuk warung kopi#
| Jenis | Margin kotor yang umum |
|---|---|
| Kopi susu / minuman racikan | 65–75% |
| Kopi hitam (manual brew) | 70–80% |
| Makanan ringan beli jadi | 25–40% |
| Air mineral, rokok | 10–20% |
Ini margin kotor — belum dikurangi sewa, listrik, dan gaji. Itulah kenapa minuman perlu margin setinggi itu: dari sanalah biaya tetap warung dibayar.
Kopi susu modal Rp 7.000 dijual Rp 20.000 terasa untung Rp 13.000. Tapi kalau sewa + listrik + gaji sebulan Rp 6 juta dan kamu menjual 600 gelas, Rp 10.000 per gelas habis untuk biaya itu. Sisanya Rp 3.000.
Catat biaya operasionalmu di Pengeluaran supaya Laba Rugi menampilkan angka yang sebenarnya, bukan angka kotor.
Jangan pakai margin yang sama untuk semua#
Kesalahan yang sering: menempelkan margin 70% ke semua produk termasuk air mineral — harganya jadi tidak masuk akal dan pembeli merasa ditipu. Barang beli-jadi yang harganya diketahui umum (air mineral, rokok, snack bermerek) harus ikut harga pasar, dan kerugian marginnya ditutup dari minuman racikan.
Sekali bikin banyak porsi (batch)#
Ini pertanyaan yang paling sering masuk: "Saya bikin 1 liter sekali racik, jadi 4 botol. Hitung HPP-nya gimana?"
Banyak yang mengira kolom itu untuk membagi batch jadi beberapa porsi. Bukan. Perhatikan baris hasilnya tertulis "Total HPP (×4 pcs)".
Kalau kamu memasukkan takaran 1 liter lalu menulis 4 di kolom itu, aplikasi menghitung kamu memakai 4 liter — modalnya jadi 4× lipat dan harga jualnya ngawur.
Aturannya: takaran bahan diisi untuk 1 porsi/pcs. Jadi bagi dulu resep batch-mu, baru dimasukkan.
Contoh: kopi susu botolan, 1 liter jadi 4 botol#
Resep sekali bikin:
| Bahan | 1 batch | ÷ 4 = per botol |
|---|---|---|
| Kopi bubuk | 50 gr | 12,5 gr |
| Creamer bubuk | 100 gr | 25 gr |
| Susu UHT | 250 ml | 62,5 ml |
| Gula aren cair | 100 ml | 25 ml |
| Air (seduh + campur) | 690 ml | 172,5 ml |
| Filter paper | 2 lembar | 0,5 lembar |
Yang dimasukkan ke HPP adalah kolom kanan. Harga bahannya tetap harga beli kemasan utuh (mis. kopi Rp 110.000 per kg) — aplikasi yang membagi sendiri jadi harga per gram.
Kemasan jangan dibagi. Botol, tutup, dan stiker diisi apa adanya per botol, karena tiap botol memang butuh miliknya sendiri.
Terakhir isi Jml Produksi = 4, supaya terlihat total modal sekali bikin.
Dua bahan yang hampir selalu lupa#
- Air galon. Kalau menyeduh pakai 440 ml air tapi yang jadi kopi cuma 300 ml, yang dibeli tetap 440 ml — sisanya tertinggal di ampas.
- Filter paper, kertas saring, atau kain puck. Satu lembar terlihat murah, tapi ikut keluar tiap kali menyeduh.
Dua-duanya biasanya cuma ratusan rupiah per porsi, tapi bisa 4–5% dari modal bahan. Di volume ratusan botol sebulan, itu uang yang nyata.
Cek dulu hasil aslinya berapa botol#
Jumlahkan volumenya sebelum percaya angka "1 liter". Contoh di atas: 300 + 250 + 250 + 100 = 900 ml cairan, ditambah creamer yang larut jadi ±965 ml — belum 1 liter penuh.
Artinya dapatnya 3,9 botol, bukan 4. Pilihannya: isi 240 ml per botol, tambah airnya sampai genap 1 liter, atau hitung HPP dengan pembagi 3,9.
Sekali saja tuang hasilnya ke gelas ukur dan catat dapat berapa botol persisnya. Angka itu yang dipakai membagi. Menebak "kira-kira 4" membuat modalmu terlihat lebih murah dari kenyataan setiap hari.
Kalau bahan setengah jadi dipakai di banyak menu#
Misalnya simple syrup atau cold brew base yang dipakai lintas menu — saat ini hasil menu Produksi belum bisa otomatis dipanggil sebagai bahan di resep lain. Jadi untuk sekarang, hitung bahan mentahnya langsung per porsi seperti contoh di atas.
Alur yang disarankan#
1. Master Bahan → data bahan + harga beli
2. Resepku → susun resep + takaran → modal per gelas muncul
3. HPP → lihat usulan harga jual
4. Produk → pasang harga jual final
5. Kasir → jualan; stok & modal jalan sendiri
Sekali disiapkan, bagian yang perlu kamu urus rutin hanyalah mencatat pembelian saat belanja.